RSS

Makna Surah Hud 106-108 ” Surga tak kekal, Kekekalan Hanyalah milik-Nya”

29 Mar

Berikut ini adalah penafsiran surah Hud 106-108 dari terjemah tafsir Ibnu Katsir:
——————————————————————————-
Allah Ta’ala berfirman, “Di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih).” Ibnu ‘Abbas berkata: “Az-Zafiir tempatnya di tenggorokan dan asy-Syahiiq tempatnya di dada, maksudnya, mereka mengeluarkan nafas dengan merintih dan menarik nafas dengan sesak, karena siksaan yang menimpa mereka, semoga Allah melindungi kita dari siksa itu.”

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi.” Imam Abu Ja’far bin Jarir berkata : “Kebiasaan orang Arab, jika hendak memberi sifat kepada sesuatu dengan sifat abadi, mereka selalu berkata: ‘Ini kekal seperti kekalnya langit dan bumi’, begitu juga mereka berkata: ‘Ia adalah tetap selama malam dan siang berganti,’ dan ‘selama orang yang begadang berbicara sepanjang malam,’ juga ‘selama keledai menggerakkan ekornya,’ bahwa yang dimaksud dengan semua itu adalah abadi, Allah yang Mahaterpuji berbicara kepada mereka dengan sesuatu yang mereka saling mengetahuinya, maka Allah berfirman:
“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi.” Aku (Ibnu Katsir) berkata: “Dan bisa juga yang dimaksud dengan ‘selama langit dan bumi masih ada’ adalah jenisnya, karena di alam akhirat ada langit dan bumi.” Sebagaimana firman-Nya:
“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.” *QS. Ibrahim:48)

Untuk itu al-Hasan al-Bashri berkata tentang firman-Nya:
“Selama ada langit dan bumi,” ia berkata : “Langit yang bukan langit ini dan bumi yang bukan bumi ini, karena langit dan bumi ini adalah tidak kekal.”

Ibnu Abi Hatim berkata, disebutkan dari Sufyan bin Husain dari al-Hakam, dari Mujahid, dari Ibnu ‘Abbas firman-Nya:
“Selama ada langit dan bumi,” ia berkata: “Setiap surga ada langit dan bumi.” ‘Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam berkata: “Bahwa senantiasa bumi adalah bumi dan langit adalah langit.”

Firman-Nya, “Kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Rabbmu Mahaperkasa terhadap apa yang Allah kehendaki.” Seperti firman-Nya:
“Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal didalamnya, kecuali Allah menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Rabbmu Mahabijaksana lagi Mahamengetahui.” (QS. Al-An’aam:128).

Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud dari pengecualian ini, mereka mempunyai banyak pendapat, hal ini menurut Syaikh Abdul Faraj bin Al-Jauzi dalam kitabnya “Zadul Masir” dan ulama-ulama tafsir lainnya. Imam Abu Ja’far bin Jarir rahimahullah telah banyak menukilnya dalam kitabnya dan ia memilih pendapat yang yang dinukilnya dari Khalid bin Ma’dan, adh-Dhahhak, Qatadah dan Ibnu Sinan.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu’ Abbas dan juga al-Hasan, bahwa pengecualian itu adalah kembali kepada ahli maksiat dari ahli tauhid, yaitu orang-orang yang dikeluarkan oleh Allah dari neraka dengan syafa’atnya orang yang memberi syafa’at, yaitu para Malaikat, para Nabi, dan orang-orang mukmin, hingga mereka memberi syafa’at kepada para pelaku dosa besar. Kemudian, datanglah rahmat Allah yang Mahapenyayang, maka dikeluarkanlah orang yang tidak melakukan kebaikan sama sekali dan ia berkata :”Suatu hari dalam suatu masa: ‘Laa Ilaaha Illallaah’.” Sebagaimana telah diriwayatkan dalam hadits-hadits shahih yang masyhur dari Rasulullah shalallahu’alaihi wassalaam tentang hal itu dari hadits Anas, Jabir, Abu Sa’id, Abu Hurairah dan sahabat-sahabat lainnya yaitu: “Tidak ada dalam neraka setelah itu, kecuali orang yang harus kekal di dalamnya dan yang tidak ada keringanan sama sekali baginya.”

Qatadah berkata: “Allah subhana wata’ala lebih mengetahui dengan kandungannya.”

“Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya adalah di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya” (QS. 11:108)

Allah subhana wata’ala berfirman: “Adapun orang-orang yang berbahagia,” mereka adalah pengikut-pengikut para Rasul. “maka tempatnya adalah di dalam surga,” Maksudnya tempat mereka adalah surga. “mereka kekal di dalamnya ” maksudnya mereka tinggal didalamnya selama-lamanya. “selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain)” Arti pengecualian di sini adalah, bahwa keabadian mereka dalam kenikmatan bukanlah sesuatu yang harus dilakukan oleh Allah subhana wata’la, akan tetapi hal itu adalah diserahkan kepada kehendak Allah Ta’ala, maka hak Allahlah pemberian anugerah yang terus-menerus kepada mereka, maka dari itu mereka diilhami untuk bertasbih dan bertahmid sebagaimana mereka bernafas.

Ad-Dhahhak dan al-Hasan al-Bashri berkata: “Ayat itu menjelaskan tentang hak orang-orang ahli maksiat yang bertauhid yang semula mereka berada di neraka, kemudian dikeluarkan darinya, maka Allah melanjutkan firman-Nya: “sebagai karunia yang tiada putus-putusnya” maksudnya, tidak terputus.” Mujahid, Ibnu ‘Abbas, Abul ‘Aliyah dan yang lainnya mengatakan tentang ini (yaitu ayat: “sebagai karunia yang tiada putus-putusnya”) untuk tidak menjadikan keraguan (untuk meyakinkan) bagi orang-orang yang ragu setelah adanya pengecualian kehendak Allah, yang mana di sana menggambarkan adanya keterputusan, atau adanya kesamaran atau sesuatu pengertian yang lain. Akan tetapi dengan adanya keterangan ayat yang terakhir itu, menjelaskan bahwa Allah menekankan adanya kesinambungan dan tidak ada keterputusan, sebagaimana pula Allah menjelaskan di sana, bahwa adzab bagi ahli neraka di dalamnya, kekal selama-lamanya. Kekekalan ini tertolak dengan keadilan-Nya dan kebijaksanaan-Nya telah mengadzab mereka, itulah sebabnya Allah berfirman, “Sesungguhnya Rabbmu berbuat terhadap apa yang Dia kehendaki” (QS. Al-Anbiyaa’ :23).

Disini, Allah Ta’ala mententramkan hati dan menetapkan maksud dengan firman-Nya, “Sebagai karunia yang tiada putus-putusnya” Telah ada hadits dalam ash-shahihain:
“Kematian didatangkan dengan bentuk kambing yang indah rupanya, kemudian ia disembelih antara surga dan neraka, kemudian dikatakan; ‘Wahai ahli surga, kekallah, tidak ada kematian. Dan wahai ahli neraka, kekallah tidak ada kematian.'”

Dan dalam ash-shahihain juga:
“Maka dikatakan; ‘Wahai ahli surga, sesungguhnya kamu akan hidup dan tidak akan mati selama-lamanya dan kamu akan selalu muda dan tidak akan tua selama-lamanya dan kamu akan sehat dan tidak akan sakit selama-lamanya dan kamu akan (merasa) menikmati dan tidak akan (merasa) kesulitan selama-lamanya'”
——————————————————————————-

Posting From Assunnah

 
3 Comments

Posted by on March 29, 2011 in Al Qur'an

 

3 responses to “Makna Surah Hud 106-108 ” Surga tak kekal, Kekekalan Hanyalah milik-Nya”

  1. Ichsan Taufiq

    August 7, 2011 at 5:29 pm

    Assalamu’alaikum wr wb…

    Bismillahi Ar Rahman Ar Rahim

    Shalawat dan Salam atas Nabi Besar Muhammad SAW & Keluarga Beliau, Sahabat2 Beliau,
    Para Syuhada & Muslimin/Muslimat sedunia.

    Betapa pentingnya masalah ini sehingga, atas Ridha Allah saya meluruskan atas firman Allah
    bahwa surga itu tidak kekal dg penggunaan kata ..’Illā Mā Shā’a Rabbuka..dlm surah HUD ayat 108.

    Konteks Surah HUD 107 jumhur ulama hingga detik ini sangat sepakat, bahwa ketidak kekalan surga adalah dlm arti penduduknya bisa saja berpindah ke surga – karena habisnya masa hukuman di neraka (kecuali golongan munafik & kafir)

    Adapun Konteks Surah HUD 108 terhadap arti Surga Tidak Kekal, maka ada beberapa makna agar kita sangat berhati2 memahaminya:
    1) Hanya Allah yang kekal selama2nya, Adapun surga adalah benda yg dibuat (status surga tetap mahluk)
    2) Surga terus menerus diperbaharui fasilitasnya (berubah/tdk kekal) utk menjamu penduduknya.
    3) Penduduknya bisa saja berpindah2 / saling berkunjung antar surga atas ijin Allah.
    4) dg firman Allah ini, berbentuk mutasyabihat (bkn muhkamat/pasti) maka utk menguji siapa2 yg hatinya hanya beribadah hanya utk masuk surga, atau semata menggapai Ridha Allah.

    Ayat2 mutasyabihat adalah medan ujian dari Allah, bagi kekuatan internal iman kaum muslimin, apakah tetap muslim atau malah menjadi kafir.

    Demikian Saudara2..

    Ya Allah ampunilah dosa2ku & kedua orangtuaku
    Ichsan Taufiq
    (Jakarta, 8 Ramadhan 1432 H)

     
  2. ro fie qie (@ro_fie_qie)

    December 6, 2012 at 7:25 am

    selama ada langit dan bumi, kalo kiamat kan ilang semua tuh ?? apa surga juga ikut ilang ?

     
  3. Acha Nirina

    November 18, 2013 at 2:51 pm

    menurutku, sepertinya baik ahlul jannah maupun ahlul jahannam, mereka tetep kekal gak bakalan mati.

    cuman klo misalkan ayat tersebut benar bahwasanya syurga n neraka itu hanya eksis selagi adanya langit n bumi, menurutku langit n bumi disini adalah ‘alam akhirat.

    menurutku pribadi, sepertinya di ‘alam akhirat juga ada kiamat dan ada juga penciptaan baru di ‘alam sana, sebab setahuku menurut sains modern, di sekitar kita ini banyak tercipta dimensi alam semesta paralel baru tercipta.

    mungkin bisa jadi mereka berpindah tempat dari firdaus di ‘alam akhirat satu, terus ‘alam akhirat yang itu sudah lapuk, jadi berpindah ke firdaus di ‘alam akhirat yang kedua, terus ‘alam akhirat yang itu sudah lapuk, jadi berpindah lagi ke firdaus di ‘alam akhirat yang ketiga, dan seterusnya, dan seterusnya. sebab allah itu maha baqau (kekal), sedangkan syurga dan neraka adalah kholidina fiha (terus/awet di dalamnya).

    wallahu ‘alam bishowwab…

    tidak mungkin jika tuhan selama ini diem dan gak lagi menciptakan makhluk baru. contohnya banyak sekali jutaan-jutaan jenis binatang yang tersebar di darat, laut, dan udara. bagaimana allah menciptakan mereka semua, apakah mungkin spesies mereka secara berbarengan diciptakannya di zaman dahulu sewaktu allah menciptakan dinosaurus jutaan tahun yang lalu???!

    betapa banyaknya planet-planet dan bintang-bintang yang tersebar di luar angkasa (langit dunya). apakah mungkin mereka semuanya terciptanya dulu (benar-benar secara berbarengan) dan sekarang allah gak lagi ngebuat sesuatu yang baru???!

    wallahu ‘alam bishowwab…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: