RSS

Problem Cinta

29 Mar

Sebut saja namanya Yudhi, dia adalah salah seorang sahabat saya dikampus yang terkenal dengan wajahnya yang cakep dan tubuhnya  yang atletis. Tidak dapat dipungkiri lagi kalau dia adalah tipe idaman wanita pada umumnya karena selain penampilan fisik yang memang bisa dikatakan “wah”, yudhi juga memeilliki kendaraan mentereng dan punya kebiasaan rutin mentraktir teman-teman makan dikantin dekat kampus hampir tiap minggu. Namun kali ini berbeda, Ydhi nampak selalu duduk termenung dan melamun menghayalkan sosok gadis yang sedang dikejar-kejarnya. Memang benar, setelah sosok Khumairoh muncul dikampus ini, Yudhi menjadi punya agenda baru yaitu merebut hati sang Khumairoh yang akrab dipanggil Irah oleh teman sejawatnya. Irah adalah sosok gadis sholeha yang begitu bersahaja. Tubuhnya dibalut oleh jilbab besar yang hampir menutupi sebagian badannya. Bahkan sangking besarnya Jilbab gadis tersebut sampai-sampai tubuh mungilnya terlihat besar jika berjalan berbarengan dengan teman-temannya. Kharisma yang dimiliki Irah memang membuat laki-laki manapun yang bertemu dengannya langsung menaruh hati padanya. Selain wajah yang rupawan ibarat bidadari dari surga, Irah juga memiliki prestasi akademik yang melebihi rata-rata temannya. Namun yang lebih menonjol lagi, Irah merupakan sosok gadis berpendirian tegas dan selalu memegang norma-norma agama. Adapaun rutinitas Irah dikampus ketika menunggu dosen adalah mengaji beberapa ayat Al-Qur’an. bahkan tidak jarang dia menghabiskan waktu di Mushollah dekat kampus untuk mengkhatam Al-Qur’an sampai 1juz atau lebih. Hal inilah  yang membuat semua pria dikampusku begitu tergoda-goda oleh Irah tak terkecuali Yudhi.

Kali ini Yudhi terlihat duduk tepat didepan kelas dimana Irah sedang mengikuti mata kuliah Jaringan komputer, mata kuliah dasar yang mesti diprogram oleh setiap mahasiswa baru dikampus berorientasi teknologi  komputer ini dan Irah adalah angkatan baru dikampus ini. Yudhi terlihat sabar menunggu Irah keluar dari ruangan kuliah tersebut. sudah menjadi rutinitas Yudhi setiap harinya menunggu Irah seselsai kuliah karena hanya pada saat itulah ia bisa menatap dan menyapa sang gadis manis tersebut. Dalam waktu dan kesempatan lain, Yudhi pernah mencoba menyapa diluar kampus, tapi tidak mendapat tanggapan dari Irah. Irah hanya berjalan lurus kedepan menuju arah Pete-pete (angkutan umum masarakat sualwesi).

Setelah lebih dari 30 menit menunggu, akhirnya Irah keluar dari ruang kuliah setelah teman-temannya yang pria telah duluan keluar dari ruangan 105 tersebut. Irah keluar berjalan beriringan bersama beberapa teman wanitanya. Tidak jauh dari situ Yudhi sudah siap menunggu Irah dengan gaya mahasiswa hedon nya yang urakan. sambil memainkan Handphone Blackberry-nya, ia menyapa Irah dengan senyum, namun sekali lagi sapaan Yudhi tidak dibalsnya. Geram dengan sikap Irah yang kadang bersahabat dan kadang dingin, akhirnya Yudhi pun mencari tahu tentang Irah dan mencoba mendekati dari teman-teman wanitanya. yah, sekali lagi ia memainkan materi untuk dapat dekat dengan teman-teman wanita Irah. Namun sial yang diadapatkan Yudhi, bukan berhasil mendekati Irah melalui teman-temannya, melainkan ia mendapatkan informasi kalau saat ini Irah tengah dilamar oleh sesorang Ikhwan dari luar lingkungan kampus. dan menurut informasi yang ia dapatkan, Ikhwan Tersebut adalah orang yang sangat sederhana, bahkan jauh jika dibandingkangkan dengan dirinya. Hal ini pun membuat Yudhi semakin tidak kuasa membendung emosi cintanya kepada Irah, terlintas sejenak difikirannya untuk segera juga datang ke orang tua Irah untuk menunjukkan sikap baiknya, minimal ia ingin menyatakan sikap serius kepada Orang Tua Irah  bahwa ia sungguh mencintai Irah dan bersedia melakukan apa saja untuknya.

Singkat kisah, di tengah kebimbangan dan kenekatan yang akan dilakukan Yudhi, ia menemuiku di kantin depan kampus, mencoba mencari pembenaran akan sikapnya atau minimal dukungan dari teman-teman yang juga dikenal ikhwan kampus. Saat itu saya sedang memakan gorengan (pisang goreng) bersama kedua sahabat saya. Yudhi datang dengan tergopoh-gopoh menemui saya, raut wajahnya mengekspresikan kekecewaan dan menahan amarah yang sangat besar. Dengan nada sedikit emosi, ia pun mulai menceritakan kisahnya kepada saya.Inti dari ceritanya adalah ia merasa diremehkan oleh seorang Ikhwan sederhana yang tidak memiliki apa-apa. selain itu ia merasa sang Khumairoh memandangnya sebelah mata, predikat cowok machonya dikampus seoalh-olah ternoda dengan kegagalannya mendapatkan Irah.

Akhirnya dengan penuh kesabaran saya pun mencoba menanggapi dengan sikap tenang, ku awali dengan menawarkan extra joss kepada yudhi dengan sedikit kata-kata guyonan untuk mencairkan suasana, “nih extra joss, minum dulu biar punya tenaga nanti kalau mau menemui orang tua Irah dan menyampaikan niat baik kamu” twaranku kepada yudhi, yudhi pun meminum extra jos tersebut dengan cepat layaknya seorang musafir padang pasir yang sedang dilanda dahaga karena tidak minum berhari-hari. Setelah kulihat Yudhi agak tenang, akupun mulai melemparkan beberapa pertanyaan sederhana kepadanya. Diawali dengan membaca bismillah, akupun bertanya kepada Yudhi ” Yud, sebenarnya niat kamu apa setelah mendapatkan Khumairoh? “. Yudhi pun menjawab” saya ingin membuktikan bahwa sayalah yang pantas buat dia, bukan si Ikhwan kampungan yang tidak punya apa-apa.” . “trus kalau kamu sudah buktikan bahwa kamu bisa mendapatkan Khumairoh, langkah selannjutnya apa Yud? apakah langsung menikah atau??” tanyaku kembali mencoba mengorek pola fikir Yudhi. ” yah kalo sudah kudapat, paling pacaran dulu, menyesuaikan diri dulu baru berfikir untuk menikah. siapa tau ada ketidak cocokan nantinya.”. ” jadi kamu tidak mau langsung nikah ya Yud?” desak ku. Yudhi pun terlihat diam menerima pertanyaan ku. belum sempat berfikir untuk menjawab pertanyaanku tadi, langsung kulontarkan beberapa pertanyaan lagi padanya ” Ohya, Be the way, kamu mau buktikan pada siapa kalau kamu pantas buat Irah? pada Irah, pada teman-kampus kamu atau pada sang Ikhwan kampungan itu? Trus apa yang membuat kamu lebih pantas mendapatkan Irah daripada si Ikhwan Kampungan itu? apa karena kekayaan kamu? karena ketampanan kamu? Trus apa kamu sudah tau kriteria yang diinginkan oleh Irah? atau jangan-jangan kamu merasa kriteria cowok idaman Irah itu seperti cewek-cewek pada umumnya yang pernah kamu pacari?” tanyaku pada ydhi dengan sangat bertubi-tubi.

Akhirnya setelah beberapa menit kupandangi ekspresi wajah Yudhi, saya mengkap kalau dia mulai menggunakan akal sehatnya untuk menalaah kembali niatnya tadi. Dan setelah lama kutunggu kalimat dari mulutnya, akhirnya ia bertanya “trus apa yang mesti kulakukan untuk mendapatkan Irah?”.. ” Yud, kamu harus perbaiki dulu niat kamu untuk mendapatkan Irah” aku mengawali penjelasanku, ” Irah itu sosok gadis sholeha, berbeda dengan gadis-gadis lainnya yang pada umumnya kamu temui dan berhasil kamu pacari. Kalu saya perhatikan, Irah itu tidak memandang seseorang dari fisik, harta dan sebagainya. yang ia butuhkan adalah sosok Imam yang mampu membimbingnya dijalan Allah. Apakah kamu mampu menjadi Imam untuk dia? saya saja merasa belum pantas buat dia!”.. jelasku lagi dengan sedikit merendahkan  diri sendiri. ” Yud, katanya kamu ingin membuktikan kalau kamu mampu mendapatkan Irah, trus kamu mau buktikan kalau kamulah yang pantas buat dia, tapi setelah semua ambisimi itu, kamu tidak juga langsung ingin menikah. apakah itu yang dinamakan pantas? perlu kamu sadari Irah dan juga wanita lainnya bukanlah sebuah piala atau penghargaan yang ketika sudah ditangan hanya dijadikan pajangan. dibawa kesana kemari hanya untuk diperlihatkan kepada orang banyak bahwa kita berhasil mendapatkan wanita tercantik yang di idolakan oleh banyak orang. Yud, cinta itu sebuah perjuangan, kita harus berjuang untuk mendapatkan cinta kita tapi bukan berarrti kita menjadikan  cinta itu perlombaan layaknya piala dunia atau balap motor Gp yang pemenangnya berhak mendapatkan piala, disaksikan oleh seluruh dunia dan pialanya berhak diapakan saja oleh sang juara. entah itu dibuang, dijadikan pajangan atau sekadar benda mati yang kenagannya habis beriring selesainya sebuah perlombaan.” Yudhi terlihat tertegun mendengarkan penjelasnku yang panjang lebar. kulihat wajah sahabatku begitu tenggelam dalam penghayatan kalimat-kalimat yang baru saja kusampaikan. akhirnya kudatangi dia dan kutepuk bahunya, “sudahlah partner, perbaiki dulu lah niatmu, perbaiki agama mu baru kau berfikir untuk mencari wanita sekelas Irah, kalau kau sudah merasa siap secara bathin untuk memimpin seorang gadis sekelas Irah, datanglah padaku, akan kukenalkan engkau dengan wanita-wanita sholeha yang insya Allah lebih baik daripada Irah. kalau perlu yang bercadar yang wajahnya cuma bisa dilihat oleh suaminya.” jelasku coba membesarkan hati sahabatku. “kamu serius Al? apa ada wanita yang demikian? yang wajahnya cuma bisa dilihat oleh suaminya?” Yudhi terlihat mulai termotivasi dengan kalimtku barusan. ” tentu saja saya serius, tapi syaratnya kamu harus ikut tarbiyah dulu, trus kalau sudah lulus tarbiyah, baru deh kamu pilih dari sekian banyak wanita bercadar. maharnya juga bukan uang kok, cuma hafal Al-Qur’an 30 Juz. kamu mau??” candaku coba mencairkan suasana dan Yudhi pun tertawa. Akhirnya kami tutup sore itu dengan sesuatu pelajaran yang penuh hikmah dan 3 potong pisang goreng, kali ini tetap yudhi yang teraktir.. hehe..

—————————————————————————————————————————————————

Saudaraku sesama Muslim, terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut diatas, saya berharap ada hikmah yang dapat kita petik. salah satunya mungkin adalah bahwa persoalan menyatakan perasaan kepada seorang terkasih adalah perkara yang sangat mudah. Hanya membutuhkan modal nekat dan sedikit rasa malu. Tapi setelah perasaan itu terungkapkan, barulah perkara berikutnya yang sulit. jarang ada anak muda yang sekarang mau berfikir menikah setalh perasaan cintanya diterima oleh sang pujaan hati. mereka lebih banyak melanjutkan dengan pacaran yang hanya berujung kepada kemaksiatan.

Saudaraku sesama Muslim, saya berharap kisah diatas dapat menjadi bahan muhasabah diri buat para Ikhwan yang mungki selama ini memendam cinta kepada salah seorang gadis. Dan buat para Akhwat, semoga kisah diatas dapat menjadi referensi untuk menyikapi pernyataan cinta yang datang dari para Ikhwan.

Akhirkata, semoga Allah memberikan Rahmat, Taufiq dan Hidayah Nya kepada kita semua.

Wassalam.wr.wb.

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: