RSS

Untuk dia..

oleh Ahmad Hanif Al Farrasy pada 17 April 2011 jam 20:16
———————————————————————-
Terima kasih, hanya itu yang mampu ku ucap dalam do’a ku di setiap malam untuk dirimu..
rangkaian kata-kata indahku, tetap tak mampu menjelaskan betapa bersyukurnya diriku bisa mengenalmu..
melalui dirimu, kutemukan makna sejati dari pencapaian cinta..
karena dirimu, mataku terlepas dari kilau dunia yang mebuatku lupa kepadaNya..

sebuah kata sempat terucap sebelum kepergian dirimu..
sebuah ikrar yang terikat kepada Sang Khalik…
kiini diri ini berusaha tetap istiqomah menjalankan ikrar tersebut..
berusaha dan terus mencari ilmu agar mampu menjadi Imam yang baik..
banyak sudah kutemukan hal baru.. namun semakin meyakinkanku akan kurangnya Ilmu ini..

Untuk mu yang ada disana..
yang wajahnya terhijab oleh dunia..
yang sedang menimba ilmu Agama..
terpisah jauh dari Ayah dan Bunda..
serta dirindukan oleh adik-adiknya..
tetaplah istiqomah dijalan Nya..
insyaAllah saya pun demikian..

satu hal yang pasti untuk engkau ketahui, diluar sana dunia begitu luas..
dan aku hanyalah sebutir pasir yang berusaha menyaingi mutiara..
dulu memang aku berfikir tidak mungkin menjadi mutiara..
karena aku adalah pasir hitam yang tertimbun lumpur hina..
tapi sekarang aku sadar..
aku memang tidak mungkin menjadi mutiara..
tapi aku bisa menjadi bagian dari bangunan termegah..

Ahmad Hanif Al-Farrasy..

 
 

Wanita..Oh..Wanita..

oleh Ahmad Hanif Al Farrasy pada 07 April 2011 jam 11:03
———————————————————————————————————————————————-
Ketika pertama kali Nabi Adam diciptakan, Ia duduk menyendiri di taman surga.. Hatinya sepi, kehidupannya terasa sunyi. Surga beserta isinya yang semestinya mampu membuat seorang hamba menjadi ceria setiap saat karena keindahan dan pesonanya ternyata tidak dapat menenangkan hati Nabi Adam as. Allah pun melihat kegundahan dalam hati Nabi Adam as. dan merasa perlu untuk menghiburnya. Akhirnya di suatu masa, Allah menciptakan Siti Hawa, Wanita pertama yang mendampingi Nabi Adam as. Yang kecantikannya melebihi keindahan surga yang dengannya Nabi Adam pun menjadi tentram, damai dan ceria.

Assalamu ‘alaykum wr.wb..

Akhwat Fillah, cuplikan kisah diatas hanyalah sebuah gambaran untuk menyegarkan kembali ingatan kita akan kodrat wanita. Wanita pada awalnya diciptakan untuk menjadi pendamping Nabi Adam di surga. Begitu berharganya wanita sehingga pesonanya mampu menandingi pesona surga. Nabi Adam yang pertamakali diciptakan oleh Allah, ternyata tidak dapat merasakan kebahagiaan seutuhnya meskipun tinggal didalam surga yang isi dan keindahannya begitu Megah. Hanya ketika Siti Hawa telah diciptakan, barulah Adam as bisa merasakan kebahagiaan yang utuh..

Akhwat Fillah, sebenarnya ada banyak kisah yang digambarkan oleh Al-Qur’an untuk menggambarkan begitu berharganya sosok wanita. Kisah-kisah bidadari penghuni surga sering kita temui dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an. Mereka (baca:bidadari) senantiasa digambarkan sebagai sosok wanita yang pesonanya begitu indah yang seolah-olah hampir disetiap ayat yang membahas tentang surga, tidak lengkap rasanya jika tidak disertakan juga para penghuninya (baca:bidadari). Sebagai contoh salah satu surah dalam Al-Qur’an yang menggambarkan bidadari adalah pelengkap surga yang jika tanpanya maka surga akan terasa kurang sesuatu yaitu, surah Ar-Rahman ayat 46 sampai 56 (silahkan buka tafsir Qur’an Surah Ar-Rahman). Didalam surah tersebut (mulai ayat 46 sampai dengan 55), digambarkan tentang surga beserta isinya yang terdiri dari pohon-pohon dan buah-buahan serta mata air yang mengalir, yang buah-buahan tersebut ada bertelakan permadani dari sutera dan ada pula yang dapat dipetik dari dekat. Sedangkan pada ayat 56, Allah khusus membahas penghuni surga yaitu bidadari yang sopan menundukkan pandangannya dan tidak pernah disentuh oleh manusia dan tidak pula oleh jin. Seolah-olah ayat ini adalah pelengkap dari ayat-ayat sebelumnya yang menjelaskan tentang isi surga yang begitu indah namun tidak begitu sempurna tanpa kehadiran sosok bidadari.

Akhwat Fillah, sekali lagi ini hanyalah sebagian kecil dari ayat-ayat Al-Qur’an yang menggambarkan begitu berharganya sosok wanita. Bahkan begitu berharganya seorang wanita sampai-sampai Allah menggunakan kata wanita sebagai salah satu nama surah-Nya(baca: Surah An-Nisa). Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, sadarkah Saudari-saudariku akan betapa berharganya diri kalian? Faktanya kemudian adalah begitu banyaknya saudari-saudari kita yang tidak menyadari akan hal ini. Mereka berlomba-lomba memamerkan kecantikan mereka, keindahan tubuh mereka hanya untuk mendapatkan sanjungan dan pujian dari kaum lelaki yang sebenarnya pujian atau sanjungan tersebut tidak lebih dari pelecehan terhadap diri mereka dan merupakan tanda bahwa begitu murahnya pesona mereka untuk diperlihatkan dan kemudian di nikmati oleh yang bukan hak(muhrim mereka).

Akhwat Fillah, kalian adalah ciptaan Allah yang paling sempurna, yang kesempurnaannya mampu menghapus kegelisahan dan kegundahan kaum Adam, yang kesempurnaannya selalu digambarkan dalam setiap ayat tentang surga. Akankah kesempurnaan itu engkau jaga agar tetap berharga? ataukah engkau biarkan termakan rayuan zaman dan menjadi korban perancang busana yang semakin mengikis pesona Ilahiah- mu?

Makassar, 4 April 2011

Ahmad Hanif Al-Farrasy

 
 

Problem Cinta

Sebut saja namanya Yudhi, dia adalah salah seorang sahabat saya dikampus yang terkenal dengan wajahnya yang cakep dan tubuhnya  yang atletis. Tidak dapat dipungkiri lagi kalau dia adalah tipe idaman wanita pada umumnya karena selain penampilan fisik yang memang bisa dikatakan “wah”, yudhi juga memeilliki kendaraan mentereng dan punya kebiasaan rutin mentraktir teman-teman makan dikantin dekat kampus hampir tiap minggu. Namun kali ini berbeda, Ydhi nampak selalu duduk termenung dan melamun menghayalkan sosok gadis yang sedang dikejar-kejarnya. Memang benar, setelah sosok Khumairoh muncul dikampus ini, Yudhi menjadi punya agenda baru yaitu merebut hati sang Khumairoh yang akrab dipanggil Irah oleh teman sejawatnya. Irah adalah sosok gadis sholeha yang begitu bersahaja. Tubuhnya dibalut oleh jilbab besar yang hampir menutupi sebagian badannya. Bahkan sangking besarnya Jilbab gadis tersebut sampai-sampai tubuh mungilnya terlihat besar jika berjalan berbarengan dengan teman-temannya. Kharisma yang dimiliki Irah memang membuat laki-laki manapun yang bertemu dengannya langsung menaruh hati padanya. Selain wajah yang rupawan ibarat bidadari dari surga, Irah juga memiliki prestasi akademik yang melebihi rata-rata temannya. Namun yang lebih menonjol lagi, Irah merupakan sosok gadis berpendirian tegas dan selalu memegang norma-norma agama. Adapaun rutinitas Irah dikampus ketika menunggu dosen adalah mengaji beberapa ayat Al-Qur’an. bahkan tidak jarang dia menghabiskan waktu di Mushollah dekat kampus untuk mengkhatam Al-Qur’an sampai 1juz atau lebih. Hal inilah  yang membuat semua pria dikampusku begitu tergoda-goda oleh Irah tak terkecuali Yudhi.
Read the rest of this entry »

 
 

Revisi Adzan

Subuh dini hari ku terbangun setelah semalam melaksanakan qiyamullail hingga mata berat dan lelah. Subuh ini ku mencoba mendengarkan suara adzan dengan seksama. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, kali ini entah mengapa diri ini termotivasi untuk mengamati adzan dengan seksama dan penuh penghayatan. Ternyata sekali lagi Allah ingin menunjukkan sesuatu pada kalimat-kalimat adzan yang selama ini kita dengarkan. Secara tidak sadar ketika ku mencoba mengikuti seruan adzan yang kalimat-kalimatnya begitu indah, tiba-tiba saya merasa ada yang kurang dalam seruan tersebut. bukan karena ada lafadz yang terbalik atau terlupakan, tapi karena saya merasa penghayatan sang muadzin tersebut sangat kurang.. entah apakah ia melaksanakan seruan adzan dengan kondisi masih terkantuk atau memang dia tidak memahami makna adzan. suara seruan adzan yang kudengar begitu lirih. ucapan-ucapannya seolah-olah menyerukan dengan tidak sepenuh hati. “hayya ala shola..(marilah kita sholat)” terdengar sang muadzin menyeru untuk melaksanakan sholat dengan nada sedikit memelas tanpa ada penekanan-penekanan intonasi yang membuat seruan itu semestinya lebih hidup. taklama kemudian sang muadzin kembali menyerukan “assholatu khairum minan naum..(sholat lebih baik daripada tidur)”  tapi tetap dengan nada yang sama.. datar tanpa ada penekanan-penekanan intonasi yang membuat seruan tersebut menjadi tegas.
Read the rest of this entry »

 
 

Al-Qur’an Menjawab Tantangan Ahmadiyah. #1

Bismillahirrahmanirrahiiim…..

Assalamu ‘alaykum warahmatullah wabarakatuh..

Saudara (i) ku sesama Muslim yang insya Allah dirahmati Allah swt. Melihat tema diatas, pasti sudah muncul gambaran yang jelas tentang apa yang pribadi ini coba jelaskan. Tanpa maksud menyatakan diri ini yang benar karena sesungguhnya kebenaran mutlak hanya milik Allah, pribadi ini coba menawarkan sebuah wacana baru kepada masyarakat muslim, sebuah solusi yang patut dicoba namun sering terlupakan dalam menanggapi problem yang ada.

Sebuah dilema besar yang dihadapi ummat Muslim khusunya di Indonesia saat ini yaitu “Fitnah Agama”. Kita ketahui bersama hampir seluruh elemn-elemen media saat ini menayangkan atau menghadirkan kasus Islam VS ahmadiyah. Dibeberapa stasiun TV bahkan terlihat menghadirkan masing-masing tokoh dari kedua belah pihak (Islam dan ahmadiyah) untuk saling berdebat atau mengungkapkan pendapat. Sikap saling menganggap diri paling benar pun muncul dari kedua belah pihak. Bahkan saling lontar tuduhan sesat-pun diucapkan dan diperparah jatuhnya korban jiwa. Masyarakat awam yang tidak tahu pasti duduk perkaranya akhirnya menjadi tumbal dilema yang berlarut-larut. Khalayak bingung, harus mengikuti siapa? dan ujung-ujungnya, Dinul Islam-pun diambang pintu ke-Marginal-an. Read the rest of this entry »

 
 

Mengejar Tuhan

Cerita ini berasal dari catatan temanku atau bisa di sebut kakak dalam persaudaraan islam ‘ Ahmad Hanif Al-Farrasy

Adzan shubuh berkumandang, memecah keheningan dishubuh hari. Suara sang Muadzin begitu merdu terdengar hingga mampu membangunkan jiwa-jiwa yang lelap. Faruq yang dari tadi masih terjaga setelah melaksanakan qiyamul lail bergegas bangkit dari pembaringannya. ia berjlan menyusuri lorong rumahnya menuju keran air yang terletak dihalaman depan rumahnya. Segera ia mengambil air wudhu untuk menyucikan diri dan kemudian melangkah menuju mesjid yang berjarak tidak jauh dari rumahnya. Dengan langkah kecil ia menyusuri jalan setapak diantar rumah-rumah warga yang masih terlihat sunyi tak berkatifitas. Mungkin penghuninya masih tertidur lelap diatas hangatnya kasur yang empuk. Sesekali Faruq melompati genangan-genangan air bekas hujan semalam. Ya memang belakangan ini, kota Makassar sering diguyur hujan deras. Hal ini jugalah yang membuat sebagian jamaah mesjid didekat rumah Faruq menjadi agak malas melaksanakan sholat shubuh berjamaah dimesjid. Udara di Makassar saat shubuh memang sangat dingin, apalagi jika semalamnya sempat hujan lebat.

Berbeda dengan jamaah lainnyayang mudah terkalahkan oleh udara dingin, Faruq tetap selalu terlihat bersemangat melaksanakan sholat shubuh berjamaah dimesjid. Baginya sholat shubuh berjamaah merupakan sebuah keindahan tersendiri yang tak ternilai dan hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang mampu melawan kemalasan dalam diri dan menjawab seruan adzan shubuh.
Read the rest of this entry »

 
 

Makna Surah Hud 106-108 ” Surga tak kekal, Kekekalan Hanyalah milik-Nya”

Berikut ini adalah penafsiran surah Hud 106-108 dari terjemah tafsir Ibnu Katsir:
——————————————————————————-
Allah Ta’ala berfirman, “Di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih).” Ibnu ‘Abbas berkata: “Az-Zafiir tempatnya di tenggorokan dan asy-Syahiiq tempatnya di dada, maksudnya, mereka mengeluarkan nafas dengan merintih dan menarik nafas dengan sesak, karena siksaan yang menimpa mereka, semoga Allah melindungi kita dari siksa itu.”

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi.” Imam Abu Ja’far bin Jarir berkata : “Kebiasaan orang Arab, jika hendak memberi sifat kepada sesuatu dengan sifat abadi, mereka selalu berkata: ‘Ini kekal seperti kekalnya langit dan bumi’, begitu juga mereka berkata: ‘Ia adalah tetap selama malam dan siang berganti,’ dan ‘selama orang yang begadang berbicara sepanjang malam,’ juga ‘selama keledai menggerakkan ekornya,’ bahwa yang dimaksud dengan semua itu adalah abadi, Allah yang Mahaterpuji berbicara kepada mereka dengan sesuatu yang mereka saling mengetahuinya, maka Allah berfirman:
“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi.” Aku (Ibnu Katsir) berkata: “Dan bisa juga yang dimaksud dengan ‘selama langit dan bumi masih ada’ adalah jenisnya, karena di alam akhirat ada langit dan bumi.” Sebagaimana firman-Nya:
“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.” *QS. Ibrahim:48)
Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by on March 29, 2011 in Al Qur'an